Bu Risa, ngentot bareng Guru matematika ku

Tidak ada komentar 216 views
Cerita abg muda
website taruhan bola


Cerita sex Bu Risa, ngentot bareng Guru matematika ku. Bagaimana aku bisa mendapat nilai yang bagus kalau gurunya seperti itu ?. Setiap kali pelajarannya secara tidak sadar mataku terus menjurus ke arah dua buah gundukan yang empuk itu. Tiap kali ia bergerak, bergerak juga buah – buah ranum itu, mencegahku memperhatikan pelajaran yang ia sampaikan. Alhasil nilaiku dalam pelajaran matematika tak pernah lebih dari 50.

Cerita sex Bu Risa, ngentot bareng Guru matematika ku

Disuatu hari diakhir pelajaran guru yang bernama Risa, guru muda memiliki rambut pendek lurus serta berdada besar yang senantiasa berhasil membuatku bergairah tiap-tiap pelajarannya, ia menyuruhku untuk menemuinya waktu jam sekolah selesai di kantor guru dengan argumen untuk mendiskusikan nilai pelajaranku yang jeblok itu.

Di kantor guru yang tak tahu mengapa hari ini cukup sepi dengan cuma 3 atau 4 orang guru yang tersisa itu Bu Risa duduk sendirian di sudut ruang sembari membaca satu buku. Saya dipersilahkannya duduk didepannya. ” anzeng… pucuk dicinta ulam juga tiba ” fikirku dalam hati. Posisi yang kutempati saat ini membuatku bisa lihat dengan terang sosok cantik bu Risa. Kulit yang putih merona, rambut hitam yang dipotong pendek, serta yang paling utama pakaian putihnya yang dari tadi pagi ditutupi jas itu tidak bisa lagi menutupi keindahan buah dadanya.

” anda simak apa? ” kata bu Risa ketus.

” Ah.. tidak bu. ”

” Anda tau kan mengapa kok di panggil ke sini? ”

Untuk pelajaran penambahan… hahaha..

Walau bukanlah seperti yang kuharapkan namun bu Risa yaitu orang yang baik, ia dengan serius mencemaskan masalah nilai matematikaku serta mengusulkan padaku untuk les privat dirumahnya.

” Mulai kapan bu? ”

” Saat ini bisa kok.. ”

Huh… saat ini, bisa juga tuh doain saja Bu Risa tinggal sendirian Amiiin.

Hari mulai sore waktu kami pergi menuju tempat tinggal Bu Risa yg tidak jauh dari sekolah, serta benar seperti sangkaanku Bu Risa tinggal sendirian di kos kosan yang sepi.

” Anda duduk dahulu saja, saya ingin ubah pakaian dahulu ” Bu Risa lalu masuk ke dalam

kamarnya serta selang beberapa saat panorama yang begitu mengagetkan nampak, pakaian kutungan yang cuma sembunyikan sedikit kulitnya serta satu celana pendek di titik ini saya mulai terasa berprasangka buruk..

” Eh.. Bu.. kok gunakan pakaian seperti itu? ” Saya ajukan pertanyaan dengan se sopan mungkin saja sembari sembunyikan mr Pku yang telah melejit dibawah sana

” Hmmm mengapa yaa… ” Jawab Bu Risa menggoda ” kan bila anak laki – laki sukanya yang begini, jadi mungkin saja saja pelajarannya dapat lebih masuk ”

Pada akhirnya sesudah menelan ludah banyak – banyak pelajaran khusus diawali. 1/2 jam sudah berlalu tetapi tidak ada perkembangan yang bermakna serta jadi frekwensi lirikanku makin tinggi

” Tunggulah sebentar ya.. ” Bu Risa kembali masuk ke kamarnya, kesempatan ini mengonsumsi saat yang lebih lama dari mulanya. Sekitaran 15 menit berlalu serta Bu Risa keluar dengan kenakan jaket tidak tipis menutupi semua tubuhnya.

” Eh bu mengapa? ”

” Telah.. kelak kamu paham.kamu mengerti kok.. ” sekali lagi jawabannya dengan nada yang menggairahkan

Bu Risa saat ini menunjuk ke satu masalah serta menyuruhku untuk mengerjakannya, namun apalah daya saya tetaplah tidak bisa mengerjakannya sama sekali

” Hng hng.. untuk saat berikut saya gunakan jaket! ” Kata Bu Risa dengan nada ceria seperti anak – anak

Dalam sekejab Bu Risa buka jaketnya serta tunjukkan tulisan – tulisan yang tercantum di kulitnya. ” saya saksikan dari tadi anda ngeliatin kulitku selalu sih, jadi kupikir ini lebih efisien. ” Apa yang dipikirkan guru satu ini benar – benar tidak bisa kuprediksi, mungkin saja saja di hanya orang bodoh atau dia benar benar berniat untuk mengerjakannya. Bu Risa menunjuk nunjuk sembari sesekali menghimpit nekan sisi badannya yang ditulisi angka – angka serta rumus rumus sembari menerangkannya.

” nah saat ini anda cobalah lakukan masalah yang itu ”

Penjelasan yang baru saja itu tak tahu mengapa membuatku lebih gampang memahami serta alhasil saya bisa temukan jawabannya kurun waktu yang singkat. Mungkinkah saya seseorang jenius?

” Nah itu dapat.. ”

” Iya bu, namun saat ini yg tidak dapat ” Saya memberanikan jiwa ku untuk mengatakannya sembari menunjuk ke arah adikku di bawah sana.

” Wuih besar banget.. ” kata – kata yang begitu mengagetkan keluar dari mulutnya ” Namun ada prasyaratnya, bila anda dapat menjawab semua
pertanyaan disitu kelak saya kasih ha – di -ah ” Saat ini tidak cuma suaranya saja yang menggoda saat ini dia juga menunjuk – nunjuk buah dadanya yang cukup besar itu.

Kata – kata itu begitu berikan motivasi diriku, dengan gampang saya bisa kerjakan masalah itu kurun waktu yang singkat hingga – hingga saya sendiri memikirkan kalau saya yaitu orang yang jenius, hahaha.

” Heee hebat – hebat benar semuanya loh, nyatanya efisien juga ya.. ” Bu Risa mengoreksi hasil perkerjaanku dengan muka yang cukup senang.

” B- bu.. ”

” hmm telah tidak sabar ya? ” Bu Risa melirikku dengan pandangan yang penuh keinginan, ia dengan cepat menarik celanaku serta menggulung roket ku kedalam pakaian kutungannya hingga pucuknya terlihat. Berwajah yang kekanak kanakan serta kulitnya yang demikian indah membuatku lebih bergairah. Ia menaik turunkan buah dadanya yang masihlah dibalut dengan pakaian kutungannya.

” Hmpph… ” Bu Risa sedikit mendesah waktu saya mendorong kepalanya ke ujung pedang ku namun selang beberapa saat ia juga mulai menjilati serta mengisapnya. Sensasi ketat serta hangat akibat pakaian yang masihlah mencakup buah dadanya serta hangat – hangat basah merasa di ujung tombak ku, serta… crooot cairan putih memancar keluar dalam mulut Bu Risa. Beberapa sperma yang kukeluarkan menetes jatuh ke buah dadanya serta tak lama berselang Bu Risa juga menjilatinya serta menelan semuanya spermaku tanpa ada bersisa.

Bu Risa berdiri dari posisinya serta melepas semuanya pakaiannya serta berkata ” Ronde ke-2 bisa diawali kan? ”

Saya menelan ludahku sekali lagi, putingnya yang berwarna pink tampak terang didepan mataku. Bu Risa lalu mendorongku terlentang serta memasukkan tongkat ku kedalam liang kemaluannya ” Ahh.. ” desahnya pertama kalinya tongkat ku masuk vagina-nya. Sensai kencang serta hangat mulai merasa, muka Bu Risa saat ini tampak demikian bahagia. Bu Risa mulai bergerak naik turun seperti tengah lakukan scot jump di atas badanku yang bikin buah dadanya itu naik turun tidak teratasi memancing ke-2 tanganku untuk meremas remasnya.

” ahh — ahh.. bagaimana.. enak.. kan.. pelajaran mat ” desahnya tidak beraturan

” i – iya bu!! ”

Kami berdua bergerak menuju klimaks kami. Tanganku yang meremas puting serta buah dadanya dipengang juga oleh Bu Risa. ” Ahhhh haah ahh ahh.. ” cairan hangat bisa kurasakan dibawah sana serta seperti kehabisan daya Bu Risa jatuh kedalam dekapanku. Namun saya akan tidak biarkan istirahat. ” Tunggu– ” tanpa ada memperdulikan kata – kata Bu Risa saya bangun serta menempatkan badan Bu Risa menhadap kursi serta mendorongnya dari belakang seperti yang diberi nama doggy style. Cerita sex Bu Risa, ngentot bareng Guru matematika ku.

Erangan serta desahan Bu Risa makin terang terdengar waktu saya meremas dadanya dari belakang serta memasukkan jari – jariku kedalam mulut Bu Risa. Croooot ” AAAAAAAHHHH ” pada akhirnya cairan putih nan hangat bergelimangan masuk kedalam vaginanya serta kami berdua jatuh terlentang ke lantai dengan badan penuh keringat.

” Haah.. haahh. ah.. janganlah lupa besok masihlah ada les privat loh… ”

Sekian Cerita sex Bu Risa, ngentot bareng Guru matematika ku lihat juga cerita lainnya ya

Bandar bola bosliga
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Bu Risa, ngentot bareng Guru matematika ku"