Cerita Panas | Cerita Panas terbaru | Cerpen Dewasa | Cerita Dewasa | Cerita Sexx

Cerita abg muda
website taruhan bola

Cerita Panas | Cerita Panas terbaru | Cerpen Dewasa | Cerita Dewasa | Cerita Sexx

 

Cerita Panas | Cerita Panas terbaru | Cerpen Dewasa | Cerita Dewasa | Cerita Sexx

 

838cash sekarang menghadirkan Cerita Panas dari Seorang Mahasiswi yang melakukan hubungan sex dengan pacar barunya di rumah mewahnya yang tinggal seorang diri. Mau tahu kelanjutan cerita nya, Langsung aja yuk baca dan simak cerita dibalik ini.

Cerita Panas Terdasyat

Aku Rani, Saya mau membagikan Cerita Panas saya yang sangat saya nikmati malam itu.
Saya seorang wanita yang berasal dari keluarga yang bisa dikategorikan keluarga berkecukupan. Aku merasa bersyukur banget karena aku telah dikarunia wajah yang cantik dari Sang Pencipta. Maaf saya tidak bermaksud sok cantik, tapi memang itu telah banyak diakui oleh teman, Sahabat bahkan Keluarga ku. Bahkan ada teman se-kuliahku yang mengatakan bahwa aku mirip Cut Tari, Apalgi kalau aku sedang tersenyum, kata teman-temanku aku sangat mirip. Padahal kalau menurutku dari bagian mana yang mirip. Yah, namun yah sudah lah, memang itu pendapat mereka, yang penting temanku suka denganku. Dan Lagi pula aku tidak memilah-milah dalam hal berteman. Aku juga berteman dengan semua orang, entah itu jelek, ganteng, kaya, atau miskin, selama dia gak keberatan aku juga tidak sungkan untuk berteman dengan mereka. O iya, aku selalu merawat tubuhku dengan nge gym ataupun ke salon. 2 rutinitas itu sudah menjadi bagian ku sehai hari, maka dar itu aku pun tumbuh menjadi seorang gadis yang sehat walafiat, periang dan seksi juga. Aku suka mamakai baju-baju ketat, dan kalau dirumah aku suka memakai baju baju semi transparan, sehingga menambah terpancarnya keseksian ku dan kemolekan tubuhku di mata kaum lelaki. Pikirku, buat apa punya tubuh sexy kalau tidak dipamerkan pada orang-orang khususnya cowok, Namun Meskipun aku seperti itu aku masih mengerti batas kewarjaran. Kini Aku sedang kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Bandung. Umurku belum genap 21 tahun. Aku sebenarnya asli orang Jakarta, tapi aku lebih memilih menimba ilmu di Bandung. Biar jauh dari orang tua. Dari sejak SMA aku sudah bercita-cita ingin kuliah jauh dari orang tua saya. Soalnya malas tinggal serumah dengan orang tua, dikit-dikit melarang ini itu. Di Kota Kembang, Ayah ku membelikan sebuah rumah untuk saya. Dan aku tinggal disana sendirian bersama pembantu ku dna anaknya yang masih kecil. Rumahku bisa dikategorikan cukup besar dengan perabot yang lengkap plus mobil Eropa seri terbaru. Maklum Ayak ku adalah seorang Pengusaha yang cukup sukses di kampung saya. Itu tidak seberapa baginya. Itu pun Ayah ku meng-hadiahkan karena aku lulus UMPTN.
Sore itu aku baru saja pulang kuliah. Terasa capek sekali rasanya setalah seharian berhadapan dengan kuliah. Bayangkan aku kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Alias Non stop. Karena terasa badanku lelah dan ingin beristirahat. Untung saja besok libur (hari sabtu), jadi aku bisa memanfaatkan waktu ku untuk istirahat seharian. Aku mensandarkan tubuhku di Sofa Ruang tengah. Dan aku merasa haus sekali, maka kuputuskan untuk memanggil pembantuku agar membuatkan minum untukku. Uppsssss…… Ternyata aku lupa. Pembantuku dan anaknya sedang pulang kampung tadi pagi. Maklum semenjak aku tinggal di Bandung mereka belum pernah pulang ke kampung, jadi ku izinkan mereka untuk pulang ke kampung. Malas benar terasa kau mengangkat pantatku dari Sofa. Tapi rasa hausku mengalahkanku, Dengan itu maka dengan malas aku mengambil air dingin di Dapur untuk menghilangkan rasa dahaga ku. Setelah minum, kemudian aku pergi Ke kamar, kemudian mencoba untuk istirahat. Walaupun badanku capek sekali tapi aku tidak bisa memejamkan mataku. Maka kuputuskan untuk menyalakan komputer ku mencoba mencari hiburan. Baru saja mau menyalahkan komputer, tiba-tiba Handphone ku berbunyi, Segera kuambil Handphone-ku dari Tas kuliah. Setelah saya lihat, di Screennya bertulis Sayang, maka segera kuangkat, karena itu adalah Thomas, pacarku.

” Halo Sayang, Lagi ngapin nih? , “terdengar suara di seberang.

“Ada apa Sayang? Aku lagi sendirian di rumah nih. Gak ngapain ngapain,” jawabku.

“Malam ini ngedate yuk sayang. Besok kan libur. Mau ngak kamu?, “di ajaknya.

“Aduh aku capek banget nih sayang, aku lagi malas keluar dari rumah, mending kamu aja yang datang kerumah. Lagian rumah sepi, gak ada orang. Sekalian temanin kau, gimana, mau gak?, “Ucapku dengan manja.

“Ya udah tunggu yah sayang. 30 menit lagi aku kesana. Bye” sayang…..! “Katanya.

“Iya sayang…… Bye Bye Sayang See yu.., “ucapnya.
Thomas adalah pacar baruku. Orangnya cakep dan sangat perhatian terhadapku. Kamu baru pacaran sekitar 3 minggu yyang lalu. Tapi dia sudah beberapa kali menikmati tubuhku yang seksi ini. Yupp…. Aku memang cewek yang liberal. Di bangku SMA aku menyerahkan keperawananku bersama mantanku dulu. Jadi Sex bagiku bukan hal yang terlalu tabu. Jadi aku masih tahu tata krama. Aku gak sembarangkan tidur dengan cowok. Aku gak mau di cap cewek murahan. Aku hanya mau ngentot sama orang yang benar-benar aku sayangin dan cintai. Yah, Seperti Thomas ini. Dia lumayan bisa memuaskan hasratku. Hampir di setiap kesempatan kami selalu menikmati kenikmatan duniawi. Paling sering di Kos nya, Karena kosnya sepi. Sedangkan kalau di Rumahku belum pernah karena ada pembantuku. Malah beberapa kali ketika kami sudah sama-sama mau ngentot, kamu pun tak sungkan sungkan membooking hotel untuk menuntaskan hasrat ku.

Mengingat kejadian itu libidoku perlahan-lahan naik. Maka dengan segera kuganti bajuku. Aku ingin tampil sexy di depan Thomas. Segera ke kenakan celana pendek putih semi transparan yang ketat. Saking ketatnya CD-ku tercetat di situ. Pantatku yang bulat terlihat indah menonjol. Dan kemudian ku kenakan tanktop putih ketat juga, aku pun menghadap cermin, terasa lumayan sexy juga, batinku. Buah dadaku yang lumayan besar tercetak di bajuku. Saking kecilnya bajuku itu, jika kau bergerak-gerak, buah dada-dadaku juga terayun naik turun. Aku sangat senang sekali melihatnya. Pasti Thomas suka melihatnya tubuhku. Aku tak sabar ingin sekali cepat-cepat berjumpa dengannya. Dan beberapa saat kemudian kudengan suara bel berbunyi. itu pasti Thomas. Aku, bercemin sebentar untuk memastikan penampilanku, lalu aku membuka pintu. Benar saja, Mobil Thomas sudah ada di depan gerbang rumahku yang masih dalam keadaaan terkunci. Aku pun segera belari-lari menuju gerbang untuk membuka pintu gerbangku, hal itu otomatis membuat buah dadaku terayun naik turun. Thomas pasti melihatya dengan jelas karena jarak ku yang tidak terlalu jauh. Buah dada-ku bergerak gerak dengan sebebasnya…
Setelah kubuka gerbang, Thomas perlahan lahan memasukkan mobilnya ke garasiku. Setelah masuk, segera kututup kembali gerbang dan aku menghampirinya yang baru keluar dari mobil.

“Halo Sayang….,, “Ucapnya…
dipamernya senyum manisnya dan kacamata coklat yang dipakainya menambah kesan macho nya.

“Halo juga sayang, sini cepatan masuk Sayang,. “Kataku mempersilahkan masuk ke kerumah.

Dia pun mengiikutiku dari belakang. Saya bisa pastikan matanya tidak akan terlepas dari pantatku yang bergoyang kesana kemari dengan sexy nya. Kemudian aku menutup pintu rumahku dan menguncinya.
Baru aku membalikkan tubuhku, Thomas sudah berdiri di depanku dengan senyum indahnya,

“Sayang, Kamu sexy sekali hari ini.,”
katanya sambil mendekatkan bibirnya ke bibirku. Segera kusambut bibirnya dan kami pun melakukan french kizz..

“Terima kasih,. “jawabku sambil kembali menciumnya, kali ini terasa ciumannya makin dasyat. .

Sambil mencium bibirku, tangannya pun perlahan-lahan menjamah buah dadaku yang lumayan besar itu. Aku semakin ganas menyambutnya. ketika tangannya mulai menyusup ke dalam tanktop putihku, segera kuhentikan thomas,

“Sayang, Sabar dulu dong. Gak sabaran amat sih,” ucapku sambil menjauh darinya. Mending masuk dulu, Aku buatkan minum yah?, Lanjutku lagi.

Aku sengaja menahan kenikmatan barusan tadi, padahal sebenarnya aku juga pengen sekali. Dia hanyak mengganguk diam lalu pergi ke sofa. Segera kubuatkan minum dan berikan padanya. Soft drink yang kusuguhkan langsung dengan cepat di habiskannya. Kemudian matanya menatapku dengan penuh nafsu. Aku sudah tau maksudnya. Maka aku pun berpindah kesebelahnya, lalu dicium nya bibirku.
Aku hanya bisa memejamkan mataku dan menikmati lembutnya bibir pacarku. kemudian dipeluknya aku dan tangannya mulai meremas meremas buah dadaku. Aku mulai meremek melek sambil memutar badanku. Sekarang aku duduk di paha Thomas berhadapan. Kembali kami berciuman dengan penuh nafsu. Lidah kami saling beradu. Perlahan lahan bibirnya turun kepipiku dan lalu ke leherku. Diciumnya leherku. Lidahnya menari nari dengan licahnya dari ujung leherku sampai ke ujung yang satunya lagi.

Membuatku seperti cacing kepanasan saking nikmatnya lidahnya. Tangannya pun tidak tinggal diam. Di remas-remasnya buah dadaku yang mulai mengeras. Tangannyanya sugguh lihai dalam hal meremas-remas buah dadaku sehingga membuatku semakin mengggelinjang. Aku tak tahan hingga kulumat bibirnya. Lidahku beradu dengan lidahnya. Aku tidak tahu kapan pertama kali aku semakin mahir melakukan ciuman. Thomas mulai menyusup tangannya ke balik tank topku dan mencari pegangannya, yaitu buah dada-ku. Gesekan tanggannya langsung mengenai permukaan kulit buah dada-ku hingga kenikmatan yang tiada tara.

“Euugggghhhh… ssssss.. Agggghhh, “desahku.
sejenak dihentikannya gesekannya karena menyadari sesuatu sambil bertanya,

“Kamu gak pakai bra yah, sayang..?’ “aku hanya tersenyum lalu kembali melumat bibirnya.
dia juga semakin ganas merespon ciuman ku. Tangannya makin keras meremas-remas buah dadaku. Memelintir dari bawah ke atas dan sebaliknya. Kurasakan torpedonya mulai mengeras dibawah sana. Kemudian dia menghentikan remasan dan cimannya, lalu dia mulai melapas tank topku. Aku membantu melepaskan penutup buah dada-ku itu melewati kepala.
Maka setelah dilepas buah dada-ku yang tanpa penghalang apa-apa lagi terpampang seksi di hadapannya. Buah dada-ku putih mulus, bulat kencang dan dengan puting yang berwarna kemerah-merahan menjadi tatapan matanya. Dia sangat kagum melihat buah dada-ku, Meskipun sudah sering melihat buah dada-ku, dia bahkan menjilat, melumat dan menggigitnya, dia menelan ludah menikmati pemandangan ini,

“Sayang, Toket kamu sangat indah sekali..!.” ucapnya..
kemudian didorongnya di antar kedua gunungku, lalu lidahnya bergerak kesana kesini. Aku mendesis menikmati momen tersebut. Kemudia dia mulai mencium buah dada-ku yang kiri, dilumatnya dengan penuh nafsu. Beberapa detik kemudian aku menjerit pelan karena aku meraakan gigitannya pada puting kiriku. Saat itu kulihat dia dengan gemasnya menggigit dan men-cupangin puttingku itu, sehingga meninggalkan jejak disekitarnya,

“Hhhhmmmmm…. indah sekali dadamu ini sayang,” pujinya sambil tangannya satu mengelusin punggung dan leherku dan berakhir di dada kananku.
Di remasnya dada kananku yang sudah tegak berdiri. Remasan dan jilatannya bersirih berganti antara dada yang kiri dan yang kanan, sehingga menyimbulkan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Aku sampai melayang layang dibuatnya. Setelah puas meremas buah dada-ku yang kanan, tangannya mulai menurun hingga mencengkram ke arah pantaku yang bulat nan padat. Saat itu saya hanya bisa mendesah kenikmatan. Kuremas-remas rambutnya mencoba mengibangi desakan desakan birahi ini. Untung rumahku sepi, kalau tidak mana mungkun aku bisa bercinta di sofa seperti sekarang ini. Setelah puas menggerayangi buah dada-ku, dia pun melepaskanku. Segera dibuka bajunya lalu membuka celana panjang beserta celana dalamnya.

Jadi, saat itu Torpedo-nya yang dari tadi sudah sesak didalam celana dalamnya kini dapat berdiri dengan bebas. Kemudian dia duduk di sofa dengan mengangkangkan kakinya lalu matanya menatap mataku dengan penuh harap. Aku sudah tau maksudnya. Dia ingin dioral tentunya. Sebenarnya aku masih kurang mahir dalam melakukan oral sex, aku masih butuh sedikit belajar. Namun nafsu yang ingin saling memuaskan membuatku melakukannya. Maka perlahan-lahaan aku duduk di lantai dengan menghadap torpedo-nya. Batang kejantanan Thomas yang sudah tegang itu kini berada dalam genggamanku. Kukocok-kock ke atas ke bawah. Nampaknya dia cukup menikmati kocokanku, Tanganku yang halus naik turun di batang kejantannya.

Nampaknya dia sangat menikmati kocokanku sehingga matanya tertutup rapat. Aku menikmati ekspresinya yang kenikatan itu,

“Ooouggssss.. Ssssshhh. Enak sekali, Acccchhhh.. Ouggghh.” Masukkan dong Sayang, ke mulut mu, “Ucapnya meminta padaku.
Tanpa diminta kedua kali aku pun menurutin kemauan cow yang kusayangi itu. Perlahan tapi pasti, Torpedo-nya kuarahkan ke rongga mulutku dan kucium dan kujilat ujungnya dengan lembuh bahkan dengan lembut sekali. Benda itu tiba tiba bergetar hebat diiringi desahan pemiliknya. Thomas pasti keenakan keperlakukan seperti itu. Tapi aku akan membuatnya lebih enak lagi, Lalu kubuka mulutku lebih lebar supaya torpedo-nya bisa masuk semuanya ke mulutku. Hhhhhmmmmm. . hampir sedikit lagi batangnya masuk seluruhnya, tapi nampaknya sudah mentok di tenggorokanku. dan dalam mulutku, torpedo itu kukulum dan kuhisap. Aku menggerakan lidahku memutar mengitari kepala torpedo-nya. Cuman itu yang kulakukan tapi tampaknya dia sudah blingsatann. Padahal harus diakui bahwa oral sex ku belum gitu mahir dibandingkan dengan cerita cerita teman teman cewekku yang pernah melakukannya. Masih kalah jauh dari pada film porno yang pernah kutonton. Tapi aku masih tetap melanjutkannya. Toh Thomas masih keenakan. Memang sih, Thomas mengaku baru pertama kali ngentot denganku. jadi dia belum beisa membandingkan dengan yang lain. Sesekali aku melirik ke atas melihat ekspresi wajah pacarku saat menikmati seponganku. Dia pun mengelus-elus rambutku dan mengelap dahinya yang bercucuran keringat dengan sapu tangannya. Thomas nampaknya tidak mau cepat-cepat keluar, maka ditariknya kepala saya. Aku berdiri tegak di hadapannya yang masih bersandar di sofa. Segera langsung kulepaskan celana pendek saya berserda CD-ku sekalian. Matanya melihat ketelanjanganku. Terasa aku seperti manusia yang baru lahir, polos. Kini aku sudah telanjang bulat di hadapannya.
Aku lalu naik kepangkuannya, dengan suara senyum nakal aku meremas-remas dadanya yang bidang itu. Lalu kebenamkan kembali wajaknya ke buah dada-ku hingga dia pun mulai menyusu disitu. Kali ini dia benar-benar menjilati seluruh permukaannya hingga basah oleh liurnya lalu dikulum dan dihisap sekuat-kuatnya.
Tangannya dibawah sana juga tidak bisa tinggal diam, tanggannya mulai meremas-remas pantat ku dan pahaku. Di elus-elusnya paha putihku itu. Dia mengelus lembut pahaku dengan lembut namun pantatku di remasnya dengan keras. Aku hanya mendesah-deash sesaat giginya yang putih menarik-narik puting susuku. Hal itu semakin membuatku mendesah keenakan. Malah kini tangannya yang berada di pahaku mulai merambat semakin jauh. Aku tak kuasa menahan untuk tidak merintih dan mendesah. Bongkahan pantatku yang padat diremasnya, buah dada-ku dilumatnya. Sekarang tangannya yang kanan menggerayangi memek-ku dan menusuk-nusukkan jarinya disana. Ooouuggghh nikmatnya, batinku. Sebagai respons aku hanya bisa mendesah dan memeluknya seerat-eratnya, darah dalam tubuhku semakin bergejolak sehingga keringatku menetes-netes.
Bibirnya kini merambat naik menjilatin leher jenjangku. Saat itu dia juga mengulum leherku dan mencupanginya. Cupangnya cukup kuat sampai sampai menginggalkan bercak merah. Akhirnya mulutnya bertemu dengan mulutku dimana lidah kami saling beradu dengan liar. Sambil berciuman tanganku meraba-raba ke selangkangannya yang sudah mengeras itu,

“Sayang, sekarang aaa yah!!!!, “pintaku memelas. Aku sudah tidak tahan lagi ingin segera menuntaskan birahiku, maka kuangkat pantatku sebentar dan mengarahkan memek-ku ke torpedonya yang sudah tegang. Dia dengan cepat memegang torpedonya siap menerima memek-ku. Sedikit demi sedikit aku merasakan ruang memek-ku sudah terisi dengan beberapa hentakan masuknya batang itu seluruhnya ke dalam. Aku tak kuasa untuk tidak menjerit saat batang Thomas membelah bibir memek-ku. Sama sepertiku, dia juga mendesah menyebut namaku saat Torpedo-nya habis ditelan memek-ku,

“OOuuggghhhh…,” desahku dengan tubuh menegang dan mencengkram bahu Thomas.
kurasakan liangku agak nyeri, tapi itu cuman sebentar karena selanjutnya yang terasa hanyalah kenikmatan. Kemudian, secara perlahan-lahan aku menaik turunkan tubuhku di atas torpedonya. Kupacu kejantanannya dengan goyangku. Aku tiba-tiba menjadi gadis yang sangat liar yang haus akan kenikmatan. Kugoyang-goyangkan Memek-ku di atas batangnya sambil sesekali membuat gerakan memutar. Memek-ku seakan akan seperti diaduk-aduk. Aku sangat menikmati posisi seperti ini, karena aku bisa kontrol permainan. Desahan-desahan nikmat menandai keluar masuknya batang Thomas. Thomas juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan juga. Terlihat dari matanya menatap wajahku yang kemerahan karena kenikmatan, “Sssssss…. Aaaachhh…, “desahku seiring dengan naik-turunnya tubuhku. Buah dada-ku yang sudah menegang maximum terayun-ayun dengan indah dihadapannya. Thomas juga mulai membantu menyodok-yodok Torpedonya, hingga kenikmatan yang kurasakan semakin bertambah. Tubuhku terlonjak-lonjak menahan sensasi kenikmatan dunia. Hal itu membuat buah dada-ku semakin membusung menghadap ke arahnya. Kesempatan ini tidak mau disia-siakannya, dia langsung melumat buah dada-ku yang kanan dengan mulutnya. Aku semakin menjerit keras. Dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku semakin merinding dan makin terbakar birahi. Thomas semakin menyerangku dengan meremas-remas buah dada-ku yang kanan serta memilin-milin putingnya.

Thomas sungguh pintar menyerang titik sensitifku. Dua belas menit lamanya kami berpacu dalam gaya demikian. Saling berlomba-lomba hingga mencapai puncak. Sodokan-sodokannya semakin lama kian semakin cepat dan makin berirama. Mulutnya tak henti-henti nya mencupangi buah dada-ku yang mencuat di depan wajahnya, sesekali mulutnya juga mampir di pundah dan leherku. Sungkuh kenikmatan yang sangat luar biasa indah. Tangannya yang tadi lembut menggerayangi paha dan pantatku, sekarang cenderung agak kasar. Aku sudah sangat kecapaian dengan posisi tersebut hingga goyanganku semakin lama semakin tidak bertenaga. Malah kini thoas yang aktif menyodok-yodok kejantannannya. Menyadari hal tersebut, Thomas minta ganti posisi. Ditariknya torpedonya dari rongga kemaluanku. Ada sedikit perasaan kesal, tapi itu tidak berlangsung lama. Tubuhku dibalikkan terlungkup di atas sofa lalu kakiku ditarik hingga terjuntai menyentuk di lantai, hingga otomatis kini pantatku pun menungging ke arahnya. Buah dada-ku yang dari tadi menjadi bulan-bulannya menekan sofa karena aku terlungkup. Thomas sibuk memegang erat-erat kedua pahaku,

“Siap-siap yah sayang….!!!, “ucapnya. Aku hanya bisa menggangukkan kepala menunggu kenikmatan selanjutnya dengan posisi doggy style. Thomas pernah bercerita posisi Doggle Style yang sangat disukainya, karena dia yang mengambil kendali dan bebas meremas-remas semua bagian tubuhku yang sexy, bahkan anusku. Sebelum menusuk memek-ku, dia terlebih dahulu mencium punggunku.
Seluruh tubuhku kembali bergetar, seakan terlempat ke awang-awang. Sendi-sendiku bergetar untuk berharap menunggu torpedo-nya menembus kemaluanku. Posisi ini membuat birahiku semakin tak terhingga, hingga membuat aku menggeliat-geliat tak tertahankan.

“Thomas.. Buruan..!, “rengekku sudah tidak tahan lagi. Thomas mematuhiku. Sambil meremas pantatku thomas mendorongkan torpedo-nya ke Memek-ku.

“Ooouugggh…. Euuughghh…..” desisku saat Torpedo yang keras itu membelah bibir kewanitaanku. Dengan perlahan tapi lembut torpetdonya mengaduk-aduk Memek-ku. Kontan aku menjerit-jerit keras. Dalam seperti ini sodokannya terasa semakin keras dan semakin dalam, badanku pun ikut tergoncang hebat, buah dada-ku serasa tertekan dan bergesekan dengan sofa. Hal itu justru menimbulkan kenikmatan yang sangat luar biasa.
Terlebih sofaku terbuat dari kulit sehingga gesekan dibuah dada-ku terasa sedikit kasar namun sangat nikmat.

“Aaachchhhhhh… Eeeuuggghgh,, Aaccchhhhh… Aaaaooooo.. ” aku cuma bisa mendesah setiap kali dia menyodokkan torpedonya ke Memek-ku.
Thomas mengenjokku semakin cepat. Memek-ku di hujam torpedo-nya yang sekeras batu itu. otot otot kemaluanku terasa berkontraksi semakin cepat memijati miliknya. Dengusan nafasnya bercampur dengan desahanku memenuhi ruang tengah rumahku. Mulutku megap-megap dan mataku terpejam. Beberapa menit kemudia dia menarik tubuhku, kami mundur selangkah hingga buah dada-ku yang tadinya menempel di sofa kita menggantung bebas.
kemuadian dilanjutkan kocokannya. Buah dada-ku terayun ayun kedepan dan kebelakang. Kadang buah dada-ku hingga menyentuh sandaran bawah sofa sehingga menimbulkan rasa sakit. Tapi rasa sakit tersebut tertutupi dengan kenikmatan yang menjalar ke seluruh aliran darahku. Sambil berpacu dalam gaya Doggy Style ini, tangannya tidak tinggal diam. Dia mulai menggerayangi buah dada-ku yang semakin raum karena saya menungging. Ditarik-tariknya benda kenyal itu dengan sesuka hatinya. Aku merem-melek menikmati tanggannya bergerilya dari buah dada-ku yang kiri ke buah dada-ku yang kanan. Aku menjerit kegelian saat dia mengocok Memek-ku dengan cepat dan keras, tapi dia meremas remas buah dada-ku dengan lembut sekali dan sesekali memelintir-memelintir putingnya.
Tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang kunang. Setiap gesekan-gesekan di liang kewanitaanku serta ramasan-remasannya di buah dada-ku membuat pertahananku sebentar lagi akan jebol. Pandaganku kabur dan kurasakan kesadaranku hilang. Akhirnya aku pun tak bisa lagi menahan klimaksku. Mengetahui bahwa saya akan segera keluar, dia semakin bergairah, Tubuhku di tekan-tekannya sehingga torpedo-nya kian menusuk lebih dalam, tangannya pun semakin kasar meremas buah dada-ku.

“Ooougghghg.. Ssssshshshhs… Aacchhchchc.. Aaaaahahahahhh. . “jeritku
bersamaa dengan mengucurnya cairan cintaku. kegengam erat karpet ruang tamu sambil merasakan detik-detik klimaksku. Aku mengigit bibit merasakan gelombang dasyat itu melanda di tubuhku. Aku merasakan cairan cinta yang mengalir hangat pada liang selangkanganku. Tapi itu masih belum berakhir, Karena Thomas masih terus mengocokku sehingga klimaksku kian semakin panjang. Thomas juga nampaknya akan segera klimaks. Hal itu tampak dari gayanya yang khas jika akan segera klimaks.

“Aku mau keluar, aku mau keluar sayang….,” Thomas membisikkannya sambil ngos-ngosan dan masih terus mengocokku.

“Jangan di… jangan di dalam. Acchhhhh.. Aaachhhh.. Ouuugghh.. A.. k.. u.. lagi subur.. Subur Sayang. “ucapku karena aku tahu Thomas mengeluarkan spermanya di dalam liang senggamaku.
Aku cuman bisa berbicara begitu, setidaknya aku bermaksud berbicara begitu karena aku tidak tahu suara ku keluar atau tidak, pokoknya aku sudah berusaha, itu juga sudah aku pasak-pasakan. Aku tidak tahu apakah dia mengerti apa yang aku bicarakan, tapi yang jelas di masih terus mengocok ku. Beberapa detik kemudian, dia mencabut torpedo-nya, kakiku langsung ambruk ke lantai. Thomas yang menyodokku dari belakang akhrinya klimaks. Dia mengeluarkan Torpedo-nya dan mensiramkan isinya di punggung dan pantatku. Air maninya membasahi tubuhku bagian belakang. Tidak begitu banyak spermanya, tapi sangat lengket kurasakan di tubuhku. Kemuadia dia pun ambruk menindihku. Kurasakan torpedo-nya yang menindih pantatku mulai mengecil,

“Terima kasih, Sayang…. “Ucapnya sambil mengecup leherku. Aku hanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan barusan. Akhirnya malam itu Thomas menginap di rumahku. Sudah bisa di tebak kami akan melakukan kenikmatan sepanjang malam sampai besok paginya karena besok libur. Sesusah percintaan ini di ruang tamu, Thomas menikmati tubuhku lagi di kamar mandi. Aku yang sedang mandi di kejutkan dengan kehadirannya di depan pintu. Walau masih lemas, aku terpaksa meladeninya, Aku hanya terdiam di lantai kamar mandi sedangkan dia yang aktif menyodokku. Malah yang paling seru yaitu ketika sehabis makan malam diluar. Kami kembali kerumah dan langsung kekamarku. Aku yang sudah mau tidur diajaknya menonton film porno di komputerku. Adegan-adegan film porno pada komputerku membuat libidoku menggebu-gebu. Saat itu aku mencoba memancing birahi sex thomas, tapi dia menolak untuk menyetubuhiku. Aku bingung dibuatnya, tidak biasanya dia mau menolak seperti itu. Selama ini justru aku yang sering menolak bersenggaman dengannya. Saat itu, katanya dia mau bersetubuh tetapi ada syaratnya.
Dia memintaku untuk menari seperti penari telanjang. Aku sih OK aja, berhubung dia adalah pacarku dan nafsuku ingin segera dituntaskan, maka aku pun menuruti kemauannya. Bagaikan seorang penari club malam, aku pun ber-action dihadapannya, saat itu Thomas bernafsu sekali padaku karena menikmati aku yang striptis dihadapannya dengan liar. Setelah aku melalukan apa maunya itu, barulah Thomas mulai menjamahku dan tanpa basa-basi lagi langsung membenamkan torpedo-nya ke liang senggamaku yang sudah sangat becek itu. Pada akhirnya malam itu kami pun bersetubuh dengan penuh nafsu liar dan hot. Sungguh kenikmatan yang kuharapkan akhrinya terpuaskan juga oleh Thomas. Aku benar-benar puas akan malam itu. Setelah puas kami pun terkapar lemas dan tertidur pulas dengan posisi telanjang dan berpelukan. Selesai…

Demikian lah Cerita Panas yang dapat kami bagikan, Terima Kasih.

 

 

Bandar bola bosliga
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Cerita Panas | Cerita Panas terbaru | Cerpen Dewasa | Cerita Dewasa | Cerita Sexx"