CERITA SEX KU NGENTOT ISTRI TEMANKU YANG BERHIJAB

Tidak ada komentar 1508 views
Cerita abg muda
website taruhan bola

Togel Online Terpercaya sekarang menghadirkan Cerita Panas dari Seorang Mahasiswi yang melakukan hubungan sex dengan pacar barunya di rumah mewahnya yang tinggal seorang diri. Mau tahu kelanjutan cerita nya, Langsung aja yuk baca dan simak cerita dibalik ini.

Dari pertemuanku di pesta itu, aq sempat ngobrol-ngobrol dengan Dari pertemuanku di pesta itu, aq sempat ngobrol-ngobrol dengan Nina ketika temanku Ilham (Suami Nina) sedang ngbrol-ngobrol dengan atasanya (atasanku juga). Cara berbicaranya halus dan gerak bibirnya sangat menarik perhatian, tapi aq lebih fokus ke dadanya yang nampak besar dan indah. Dan dari obrolan itu akhirnya kami saling bertukar no telpon dan pin bb.

Tempat kerja Nina tak jauh dari tempat kerjaku, masih di wilayang yang sama. Dan pada hari selasa aq bbm man denganya.

saya: Nin, lagi sibuk ya?
Nina: lumayan sibuk mas
saya: nin, makan siang keluar bareng yuk?
Nina: Wah, nggak salah nih ngajak makan siang bareng mas, biasanya mas kan selalu makan siang sama Ilham
saya: Hmm, lagi pengen cari suasana baru aja nih Nin
Nina: Okelah kalau begitu, jam 1 siang aja ya
saya: Siap, nanti aku samperin saya ya
Nina: Terima kasih mas
saya: Sama-sama Nin

Jam setengah 1 saya sendiri langsung meluncur dengan mobilku ke kantor Nina, dan janjian dengan Nina sendiri di area parkir kantornya. Hari itu juga Nina yang mengenakan kemeja, dan rok panjang serta jilbabnya yang minimalis tapi terlihat cukup anggun, aku bukakan pintu mobil untuknya dan kami menuju ke pusat perbelanjaan di daerah sudirman, dan kita sedang makan, aku tak henti-hentinya memandang wajahnya dan berkata dalam hati ‘ hmm, seandainya dia menjadi istriku pasti akan kusetubuhi setiap hari”. dan aku terkejut ketika Nina memanggilku.

Nina: mas kok ngelamun sih?
saya: Eh, tidak kok kayaknya kamu enak banget diliatin ya, beruntung banget tu Ilham
Nina: Ihh.. biasa aja mas
saya: Iya Nin beneran, apa lagi pas di pesta
Nina: Terima kasih.. mas juga ganteng kok
Sontak aku langsung terkejut dan GR, setelah selesai makan siang bersama dengan Nina sebelum kembali ke kantor aku mampir ke toko buku untuk mencari buku yang memang aku ingin beli. Ketika di toko buku Nina juga sempat melihaat-lihat majalah dan saat kuperhatikan dia.. benar-benar membuatku sangat tergoda. Setelah buku yang ku inginkan sudah kutemukan, kami langsung berjalan menuju tempat parkir dan sebelumnya Nina sempat beli es cream dan aku juga.

Ketika di dalam mobil, aku akan mengambil karcis parkir tak sengaja es cream ku mengenai hidungku dan Nina sempat tertawa, dan sesuatu yan tidak kuduga di lakukan oleh Nina, dia mengambil tisu dari dalam tas nya dan membersihkan hidungku dengan halus dan spontan saja aku langsung memegan tanganya.
Dalam perjalanan menuju kantor, aku iseng ngajak Nina jalan lagi dan kali ini ku ajak Nina nonton.
Aku: Nin, kapan-kapan kita pergi nonton yuk
Nina: Boleh saja sih mas, tapi nggak bisa kalau weekend mas. khan dirumah sama Ilham and anak-anak
Aku: ya kalau begitu pas hari kerja saja, makan siang terus langsung pulang
Nina: Boleh sih, aku harus cari alasan dulu, kan aku kadang pulangnya bareng sama dengan Ilham
Aku: Iya ya, ya bilang saja sama ilham kalau kamu ada acara kantor
Nina: Liat nanti aja deh mas.
Tak terasa akhirnya sampai di kantor Nina, dan ketika turun dari mobil Nina mengucapkan.
“Makasih ya mas, hati-hati ya..”

Setelah kencan pertamaku dengan Nina, aku sering chat bbm denganya dan tentunya di jam kerja, khawatir kalau dirumah nanti di baca oleh sama suaminya Ilham teman kerjaku. Dan dari chat tersebut kami sepakat untuk kencan kedua kalinya dan terjadi pada hari minggu berikutnya.
Kujemput Nina di kantornya dan saat itu Nina mengenakan kaos lengan panjang sedikit ketat warna merah maroon, di padu dengan jilbab berwarna maroon dan rok jeans panjang.. benar-benar bikin aku tergoda.
Nina: mau nonton di mana kita mas?
Aku: ke PIM saja ya, yang agak jauh dari kantor kita
Nina: Ok deh nggak papa
Aku: Nin, kamu cantik deh hari ini aku suka
Nina: Terima kasih mas, kan mau jalan sama mas
Aku: dalam hati “wah.. ini saat yang ku tunggu-tunggu”
Akirnya kami sampai di lokasi, dan kami langsung menuju area bioskop dan Nina langsung memilih judul film yang akan kami tonton “pirates Of Carribean” dan dapat tiket jam 15:30 padahal ini baru jam setengah 14:30, akhirnya kami jalan-jalan dulu. Jam 15:15 kami kembali ke area bioskop dan sebelumnya kami membeli makanan ringan dan minuman, jam 15:30 lebih sedikit akhirnya kami masuk ruangan dan aku saat itu memilih tempat duduk di sisi tengah gang paling atas, dan nampak beberapa pasangan dan memang hoki, deretan tempat duduk kami sepi, jadi hanya aq dan Gina di sana
15 menit kemudian film sudah di mulai, aku dan Nina sendiri makan popcorn yang saya beli tadi. Kemudian tiba-tiba Gina menyosorkan popcorn ke mulutku, awalnya aq terkejut tapi akhirnya aku makan juga. Disini aku sendiri sudah nggak konsen sama dengan filmnya, otakku gerah, padahal di dalam bisokop dingin.

Tak beberapa lama Nina sendiri berhenti makan, dan bilang kalau dia kedinginan, sambil mengarahkan tanganya ke lenganku dan aku genggam tanganya di atas lenganku dan kemudian Nina juga menggengam tanganku. Tak lama kenudian, aq inisiatif mencoba merangkulnya, dan Nina menerimanya, kuletakkan tangan kananku di pundaknya dan tangan kiriku di genggam oleh kedua tangan Nina, saat itu aku semakin nggak konsen dan gejolak birah mulai naik, sedikit kemaluanku agak mengeras. Saat itu Nina yang masih konsen nonton dan genggaman tanganku tidak dilepas.

Saya: Nin, masih terasa dingin tidak?
Nina: Iya nih mas, tanganya pinjem dulu ya mas
Dan kemudian Nina merapatkan badanya ke badanku, dan tanganku kini bisa merangkul lenganya secara penuh dan genggaman tanganku saat ini tepat di depan dada Nina, namun tidak menempel. Ku elus lembut lengan Nina supaya hangat dan lambat namun pasti Nina sendiri semakin merapat denganku, dia melipat kedua kakinya ke bangku sehinnga genggaman tangan sekarang berada di pahanya dan jarak kepalaku denganya hampir bersentuhan.
Karena rapat duduk Nina denganku, maka kuberanikan untuk merangkul tubuhnya, dan kai ini tanganku mernagkul pinggangnya, akibatnya Nina menggeser sedikit tubuhnya dan saat itu tanganku menyentuh dada nya.. bertambah keras kemaluanku rasanya. Kecelakaan yang menyebabkan panasnya bioskop gara-gara ketika aq menoleh ke Nina dan bersamaan Nina menoleh ke arahku, secara tidak sengaja bibir kami bersentuhan dan Nina kaget tapi aku sendiri justru berharap lebuh.

Dan trik itupun aku gunakan lagi, kupanggil namanya dan ketika Nina menoleh saat itu ku kukecup lembut bibirnya, saat ini Nina tersenyum dan melepaskan genggamanya lalu menempelkan telunjuk kanannya di bibirku dan tanpa basa basi ku kecup lagi bibirnya dan Gina pun menerimanya, kecupan lembut dan akhirnya freech kiss, dan secara spontan ku tempelkan tangan kananku di dada kiriku dan tangan kaananku meraba punggungnya, french kiss terus berlanjut sampai akhirnya tangan kananku masuk ke dalam bajuna dan mengelus-elus punggungnya dan saat itu juga ku cari kancing BH nya dan kulepas, Nina pun membukan tiga kancing bajuku sembari kami masih tetap berciuman.
Tiba-tiba Nina menghentikan ciuman dan berbisik
“aku suka tubuhmu” ya aku sendiri memang suka nge-gym dan Nina memainkan puting susuku dengan halus.
Lalu Nina aku dorong ke bangkunya, dan saat ini aku menghampirinya kusingkan bajunya dan waoww.. buah dadanya menyembul dari BH nya, karena deretan bangku kami sepi, kujilatin puting susu Nina dan gina sendiri meremas buah dada kanannya dan tanpa aba-aba, tangan kiriku menyelinap ke dalam roknya dan Nina pun sedikit memberi jalan, dan ternyata Nina menegnakan G-STRING karena langsung tersentuh bibir kemaluannya denga bulu-bulu halus yang baru tumbuh setelah dipotong.

Puas bergantian aq mengulum payudaranya, tangan kiriku mengelus-elus lubang kemaluanya dan kemudian kami berciuman lagi, Nina pun mulai merintih dan jari-jariku mulai masuk ke lubang kemaluanya dan menusuk-nusuknya. Sebelum terlanjur basah kuhentikan sejenak sambil berbisik,
“Kita lanjutkan di apartemenku aja yuk” dan Nina mengangguk.
Hampir 1 jam film di putar kami keluar dari bioskop dan Nina merapikan busananya, kemudian kami menuju parkiran dengan bergandengan tangan. Selama dalam perjalanan menuju apartemenku Nina sesekali memegang batang kemaluanku dari balik celana dan kadang-kadang kita berciuman.
Sesampainya di apartemenku, Nina kuajak masuk.. dan tanpa ba bi bu aku langsung mendekati Nina dan kita berciuman dengan liar sambil berdiri, dan ku remas-remas pantatnya.

Nina langsung melepas bajuku dan menciumi puting susuku, dan kulepas bajunya, tanpa melepas jilbab nya dan ku lepas BH nya, berlanjut ke ciuman… Nina melepas celanaku, sontak terpampang batang kemaluanku yang sudah tegang mengeras dan Nina pun mengelusnya dengan halus di balik celana dalamku, dan kemudian Nina berbisik…

“aku suka penismu” dan aku menjawab
“aku mencintaimu” dan kamipun kembali berciuman dan tangan Nina mulai menyelinap ke celana dalamku meremas batang kemaluanku
Kemudian Nina mencium puting susuku dan turun ke perut dan menciumi batang kemaluanku dari balik celana dalam dan kemudian melepaskannya perlahan. Ketika batang kemaluanku mengacing, Nina berkata ” aku juga mencintaimu” dan Nina mulai menciumi, menjilat dan menghisap batang kemaluanku.. sungguh luar biasa nikmatnya, tidak seperti tunanganku lakukan, Nina benar-benar pintar memberikan kenikmatan.
Tak lama kemudian aq minta Nina untuk duduk di kursi sofa, ku ciumi, ku hisap payudarnya sambil ku angkat rok nya dan ku lepas G-STRING nya. Kumainkan dua jariku dalam lubang kemaluanya dan Nina pun mendesah, sangat menggoda, ku ciumi selangkanganya dan akhirnya ku mainkan klitorisnya dan kuhisap-hisap.. Nina pun semakin menjadi-jadi, tubuhnya mengglinjang-glinjang kenikmatan, tanganya meremas-remas toketnya dan sampai akhirnya Nina berkata,

“Goyangi aku sekarang sayang.. aku sudah tidak tahan.. please cepat entot aku..” sambil Nina melepaskan jilbabnya.
Dan akhirnya aku duduk di kursi sofa dan Nina duduk dipangkuanku berhadapan, Nina mengarahakan batang kemaluanku ke lubang kemaluanya.. dan begitu masuk dia diamkan dan kami berciuman.. kemudian Nina mulai menggerakkan pinggulnya… benar-benar mantab, goyanganya sungguh luar biasa dan Nina pun mengerang keras dan meracau tak karuan
Nina: shit..i love it, fuck honey..fuck me
Aku: i fuck you babe..i’ll fuck you hard – cerita mesum 2017 –
Nina: yes please, fuck me hard
Kemudian kuciumi dia, kuhisap payudaranya dan Nina pun mengerang bertambah keras dan meracau tak karuan.

Nina: i love you..fuck me
Aku: i love you to babe
Dan tak lama kemudian.. Gina pun mencapai klimaks..
“Ouuugggghhhhhhh, fuck yeesssss…. aq keluar maaassss… shittt.. fuck meeee…” kupeluk Nina dan kupercepat sodokkan batang kemaluanku dan akhirnya Nina pung mengejang kuat sambil menjambak rambutku.
Nina: Aagghhhh.. mas.. nikmat luar biasa
Aku: iya Nina sayang… doggy yuk?
Nina: fuck me

Kemudian Nina mengambil posisi nungging di karpet dan aku menusukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluanya, ku kocok dengan pelan sambil meremas-remas payudaranya dan ku ciumi punggungnya, Nina pun ikut meremas-remas payudaranya.. kupercepat kocokkanku dan Nina mengerang keras
Nina: fucckkk yeeesssssshhhh…terussss maaass… yang dalem.. yang kenceng
Dan saya sendiri pun semakin liar mengocok batang kemaluanku di lubang kemalaunya..
Nina: masssss… yang keras
Dan seperti kesetanan, kukocok kemaluan Nina dengan cepat dan sambil kupukul-pukul pantatnya, aq jambak rambutnya.. dan aq pun mulai mencapai titik klimaks.. dan kocokkanku pun semakin kupercepat lagi dan..
“Ooooogghhhhhh.. fuckk..” aq pun akhirnya menyemburkan spermaku di dalam kemaluan Nina dan Nina pun ikut mendapatkan orgasmenya…

“Masss aq jugaa keluaaarrrrr…” dan Nina mohon untuk tidak menarik keluar batang kemaluanku dari lubang kemaluanya.. ku peluk dia dari belakang dan kita berciuman… dan akhirnya Nina tergeletak lemas dan batang kemaluanku lepas, dan di jilati oleh Gina.
dan seperti kesetanan, aku sodok vagina Nina degan cepat dan sambil aku pukul pantatnya, aku jambak rambutnya..dan aku pun mulai mencpai titik puncak..dan genjotan pun aku percepat lagi
Nina: hmmm… mass, love you
Aq: love you to, ternyata kamu liar ya
Nina: mas juga, ternyata luar biasa.. more than him (Ilham)
Aq: kamu juga, more than her (tunanganku)
Kita pun berciuman sambil berpelukan dan Nina tetap memegang batang kemaluanku.. dan Nina berkata,
Nina: aku suka ini, aq nggak mau yang lain
Aq: really?
Nina: Yaa..i want this and i want you to fuck me again
Aq: i do.. and i do it for you
Ketika melihat jam, ternyata sudah hampir jam 6 kami pun beristirahat di ranjang sambil berpelukan dan 30 menit kemudian Nina siap-siap membersihkan tubuhnya dan memakai pakainya kembali, dan kemudian aq pun juga membersihkan tubuhku.

Ketika aq keluar dari kamar mandi hanya berlilitkan handuk, kulihat Nina sudah rapi tapi birahiku justru melambung.. ku peluk Nina dari belakang kuselipkan tanganku ke dalam bajunya sambil berciuman.. batang kemaluanku pun kembali tegak keras dan kuangkat rok nya… Waoww ternyata Nina tak memakai celana dalamnya.. akhirnya kusuruh Nina nungging di depan meja tv, dan kutusuk dari belakang.. kutusuk dengan keras dan cepat… Nina tetap menggunakan baju dan jilbabnya.. dan Nina kembali mengerang hebat…
Nina: maaassss…. terussss… keras lagi masss… fuck meee…
aku: iya Nina sayang… you like it
Nina: i love it..just fuck me hard
Beberapa menit kemudian akhirnya pertahanaku jebol lagi,
“aku keluarr sayangggg… ogggghhhh… fuckk”
Dan Nina pun sama…

“Aaaaggghhhhhh.. aku juga keluaarrr massss…. shitttt.. fuckk…
Setelah habis spermaku, kutarik batang kemaluanku dan Nina berjongkok sambil mengulum dang menghisap sampai bersih batang kemaluanku, sementara spermaku menetes dari lubang kemaluanya.
Dan aku sendiri pun memakai baju dan celana pendek, Nina memebersihkan kemaluanya.. dan ku antar dia sampai lift, karena Nina tidak mau aku antar pulang.. takut di curigai suaminya, teman kantorku. Dalam perjalanan menuju lift Nina menggandengku mesra dan setelah tiba di lift, Nina memberikan kecupan hangatnya untukku.

Selama di taxi Nina bbm aku
Nina: mass.. kamu sangat luar biasa, aq suka sekali.. aku sayang kamu
aku: aku juga sayang kamu Nin
Setelah kejadian itu, aku dan Nina semakin menjadi-jadi.. dan sampai saat ini Ilham tidak mencium hubungan hot kami, setiap ada kesempatan kami bercinta di apartemenku
Maaf Ilham.. aq menyayangi istrimu dan aku telah menjadikan Nina “istriku” ketika temanku Ilham (Suami Gina) sedang ngbrol-ngobrol dengan atasanya (atasanku juga). Cara berbicaranya halus dan gerak bibirnya sangat menarik perhatian, tapi aq lebih fokus ke dadanya yang nampak besar dan indah. Dan dari obrolan itu akhirnya kami saling bertukar no telpon dan pin bb.

Tempat kerja Gina tak jauh dari tempat kerjaku, masih di wilayang yang sama. Dan pada hari selasa aq bbm man denganya.

saya: Nin, lagi sibuk ya?
Nina: lumayan sibuk mas
saya: nin, makan siang keluar bareng yuk?
Nina: Wah, nggak salah nih ngajak makan siang bareng mas, biasanya mas kan selalu makan siang sama Ilham
saya: Hmm, lagi pengen cari suasana baru aja nih Nin
Nina: Okelah kalau begitu, jam 1 siang aja ya
saya: Siap, nanti aku samperin saya ya
Nina: Terima kasih mas
saya: Sama-sama Nin

Jam setengah 1 saya sendiri langsung meluncur dengan mobilku ke kantor Nina, dan janjian dengan Nina sendiri di area parkir kantornya. Hari itu juga Nina yang mengenakan kemeja, dan rok panjang serta jilbabnya yang minimalis tapi terlihat cukup anggun, aku bukakan pintu mobil untuknya dan kami menuju ke pusat perbelanjaan di daerah sudirman, dan kita sedang makan, aku tak henti-hentinya memandang wajahnya dan berkata dalam hati ‘ hmm, seandainya dia menjadi istriku pasti akan kusetubuhi setiap hari”. dan aku terkejut ketika Nina memanggilku.

Nina: mas kok ngelamun sih?
saya: Eh, tidak kok kayaknya kamu enak banget diliatin ya, beruntung banget tu Ilham
Nina: Ihh.. biasa aja mas
saya: Iya Nin beneran, apa lagi pas di pesta
Nina: Terima kasih.. mas juga ganteng kok
Sontak aku langsung terkejut dan GR, setelah selesai makan siang bersama dengan Nina sebelum kembali ke kantor aku mampir ke toko buku untuk mencari buku yang memang aku ingin beli. Ketika di toko buku Nina juga sempat melihaat-lihat majalah dan saat kuperhatikan dia.. benar-benar membuatku sangat tergoda. Setelah buku yang ku inginkan sudah kutemukan, kami langsung berjalan menuju tempat parkir dan sebelumnya Nina sempat beli es cream dan aku juga.

Ketika di dalam mobil, aku akan mengambil karcis parkir tak sengaja es cream ku mengenai hidungku dan Nina sempat tertawa, dan sesuatu yan tidak kuduga di lakukan oleh Nina, dia mengambil tisu dari dalam tas nya dan membersihkan hidungku dengan halus dan spontan saja aku langsung memegan tanganya.
Dalam perjalanan menuju kantor, aku iseng ngajak Nina jalan lagi dan kali ini ku ajak Nina nonton.
Aku: Nin, kapan-kapan kita pergi nonton yuk
Nina: Boleh saja sih mas, tapi nggak bisa kalau weekend mas. khan dirumah sama Ilham and anak-anak
Aku: ya kalau begitu pas hari kerja saja, makan siang terus langsung pulang
Nina: Boleh sih, aku harus cari alasan dulu, kan aku kadang pulangnya bareng sama dengan Ilham
Aku: Iya ya, ya bilang saja sama ilham kalau kamu ada acara kantor
Nina: Liat nanti aja deh mas.
Tak terasa akhirnya sampai di kantor Nina, dan ketika turun dari mobil Nina mengucapkan.
“Makasih ya mas, hati-hati ya..”

Setelah kencan pertamaku dengan Nina, aku sering chat bbm denganya dan tentunya di jam kerja, khawatir kalau dirumah nanti di baca oleh sama suaminya Ilham teman kerjaku. Dan dari chat tersebut kami sepakat untuk kencan kedua kalinya dan terjadi pada hari minggu berikutnya.
Kujemput Nina di kantornya dan saat itu Nina mengenakan kaos lengan panjang sedikit ketat warna merah maroon, di padu dengan jilbab berwarna maroon dan rok jeans panjang.. benar-benar bikin aku tergoda.
Nina: mau nonton di mana kita mas?
Aku: ke PIM saja ya, yang agak jauh dari kantor kita
Nina: Ok deh nggak papa
Aku: Nin, kamu cantik deh hari ini aku suka
Nina: Terima kasih mas, kan mau jalan sama mas
Aku: dalam hati “wah.. ini saat yang ku tunggu-tunggu”
Akirnya kami sampai di lokasi, dan kami langsung menuju area bioskop dan Nina langsung memilih judul film yang akan kami tonton “pirates Of Carribean” dan dapat tiket jam 15:30 padahal ini baru jam setengah 14:30, akhirnya kami jalan-jalan dulu. Jam 15:15 kami kembali ke area bioskop dan sebelumnya kami membeli makanan ringan dan minuman, jam 15:30 lebih sedikit akhirnya kami masuk ruangan dan aku saat itu memilih tempat duduk di sisi tengah gang paling atas, dan nampak beberapa pasangan dan memang hoki, deretan tempat duduk kami sepi, jadi hanya aq dan Gina di sana
15 menit kemudian film sudah di mulai, aku dan Nina sendiri makan popcorn yang saya beli tadi. Kemudian tiba-tiba Gina menyosorkan popcorn ke mulutku, awalnya aq terkejut tapi akhirnya aku makan juga. Disini aku sendiri sudah nggak konsen sama dengan filmnya, otakku gerah, padahal di dalam bisokop dingin.

Tak beberapa lama Nina sendiri berhenti makan, dan bilang kalau dia kedinginan, sambil mengarahkan tanganya ke lenganku dan aku genggam tanganya di atas lenganku dan kemudian Nina juga menggengam tanganku. Tak lama kenudian, aq inisiatif mencoba merangkulnya, dan Nina menerimanya, kuletakkan tangan kananku di pundaknya dan tangan kiriku di genggam oleh kedua tangan Nina, saat itu aku semakin nggak konsen dan gejolak birah mulai naik, sedikit kemaluanku agak mengeras. Saat itu Nina yang masih konsen nonton dan genggaman tanganku tidak dilepas.

Saya: Nin, masih terasa dingin tidak?
Nina: Iya nih mas, tanganya pinjem dulu ya mas
Dan kemudian Nina merapatkan badanya ke badanku, dan tanganku kini bisa merangkul lenganya secara penuh dan genggaman tanganku saat ini tepat di depan dada Nina, namun tidak menempel. Ku elus lembut lengan Nina supaya hangat dan lambat namun pasti Nina sendiri semakin merapat denganku, dia melipat kedua kakinya ke bangku sehinnga genggaman tangan sekarang berada di pahanya dan jarak kepalaku denganya hampir bersentuhan.
Karena rapat duduk Nina denganku, maka kuberanikan untuk merangkul tubuhnya, dan kai ini tanganku mernagkul pinggangnya, akibatnya Nina menggeser sedikit tubuhnya dan saat itu tanganku menyentuh dada nya.. bertambah keras kemaluanku rasanya. Kecelakaan yang menyebabkan panasnya bioskop gara-gara ketika aq menoleh ke Nina dan bersamaan Nina menoleh ke arahku, secara tidak sengaja bibir kami bersentuhan dan Nina kaget tapi aku sendiri justru berharap lebuh.

Dan trik itupun aku gunakan lagi, kupanggil namanya dan ketika Nina menoleh saat itu ku kukecup lembut bibirnya, saat ini Nina tersenyum dan melepaskan genggamanya lalu menempelkan telunjuk kanannya di bibirku dan tanpa basa basi ku kecup lagi bibirnya dan Gina pun menerimanya, kecupan lembut dan akhirnya freech kiss, dan secara spontan ku tempelkan tangan kananku di dada kiriku dan tangan kaananku meraba punggungnya, french kiss terus berlanjut sampai akhirnya tangan kananku masuk ke dalam bajuna dan mengelus-elus punggungnya dan saat itu juga ku cari kancing BH nya dan kulepas, Nina pun membukan tiga kancing bajuku sembari kami masih tetap berciuman.
Tiba-tiba Nina menghentikan ciuman dan berbisik
“aku suka tubuhmu” ya aku sendiri memang suka nge-gym dan Nina memainkan puting susuku dengan halus.
Lalu Nina aku dorong ke bangkunya, dan saat ini aku menghampirinya kusingkan bajunya dan waoww.. buah dadanya menyembul dari BH nya, karena deretan bangku kami sepi, kujilatin puting susu Nina dan gina sendiri meremas buah dada kanannya dan tanpa aba-aba, tangan kiriku menyelinap ke dalam roknya dan Nina pun sedikit memberi jalan, dan ternyata Nina menegnakan G-STRING karena langsung tersentuh bibir kemaluannya denga bulu-bulu halus yang baru tumbuh setelah dipotong.

Puas bergantian aq mengulum payudaranya, tangan kiriku mengelus-elus lubang kemaluanya dan kemudian kami berciuman lagi, Nina pun mulai merintih dan jari-jariku mulai masuk ke lubang kemaluanya dan menusuk-nusuknya. Sebelum terlanjur basah kuhentikan sejenak sambil berbisik,
“Kita lanjutkan di apartemenku aja yuk” dan Nina mengangguk.
Hampir 1 jam film di putar kami keluar dari bioskop dan Nina merapikan busananya, kemudian kami menuju parkiran dengan bergandengan tangan. Selama dalam perjalanan menuju apartemenku Nina sesekali memegang batang kemaluanku dari balik celana dan kadang-kadang kita berciuman.
Sesampainya di apartemenku, Nina kuajak masuk.. dan tanpa ba bi bu aku langsung mendekati Nina dan kita berciuman dengan liar sambil berdiri, dan ku remas-remas pantatnya.

Nina langsung melepas bajuku dan menciumi puting susuku, dan kulepas bajunya, tanpa melepas jilbab nya dan ku lepas BH nya, berlanjut ke ciuman… Nina melepas celanaku, sontak terpampang batang kemaluanku yang sudah tegang mengeras dan Nina pun mengelusnya dengan halus di balik celana dalamku, dan kemudian Nina berbisik…

“aku suka penismu” dan aku menjawab
“aku mencintaimu” dan kamipun kembali berciuman dan tangan Nina mulai menyelinap ke celana dalamku meremas batang kemaluanku
Kemudian Nina mencium puting susuku dan turun ke perut dan menciumi batang kemaluanku dari balik celana dalam dan kemudian melepaskannya perlahan. Ketika batang kemaluanku mengacing, Nina berkata ” aku juga mencintaimu” dan Nina mulai menciumi, menjilat dan menghisap batang kemaluanku.. sungguh luar biasa nikmatnya, tidak seperti tunanganku lakukan, Nina benar-benar pintar memberikan kenikmatan.
Tak lama kemudian aq minta Nina untuk duduk di kursi sofa, ku ciumi, ku hisap payudarnya sambil ku angkat rok nya dan ku lepas G-STRING nya. Kumainkan dua jariku dalam lubang kemaluanya dan Nina pun mendesah, sangat menggoda, ku ciumi selangkanganya dan akhirnya ku mainkan klitorisnya dan kuhisap-hisap.. Nina pun semakin menjadi-jadi, tubuhnya mengglinjang-glinjang kenikmatan, tanganya meremas-remas toketnya dan sampai akhirnya Nina berkata,

“Goyangi aku sekarang sayang.. aku sudah tidak tahan.. please cepat entot aku..” sambil Nina melepaskan jilbabnya.
Dan akhirnya aku duduk di kursi sofa dan Nina duduk dipangkuanku berhadapan, Nina mengarahakan batang kemaluanku ke lubang kemaluanya.. dan begitu masuk dia diamkan dan kami berciuman.. kemudian Nina mulai menggerakkan pinggulnya… benar-benar mantab, goyanganya sungguh luar biasa dan Nina pun mengerang keras dan meracau tak karuan
Nina: shit..i love it, fuck honey..fuck me
Aku: i fuck you babe..i’ll fuck you hard – cerita mesum 2017 –
Nina: yes please, fuck me hard
Kemudian kuciumi dia, kuhisap payudaranya dan Nina pun mengerang bertambah keras dan meracau tak karuan.

Nina: i love you..fuck me
Aku: i love you to babe
Dan tak lama kemudian.. Gina pun mencapai klimaks..
“Ouuugggghhhhhhh, fuck yeesssss…. aq keluar maaassss… shittt.. fuck meeee…” kupeluk Nina dan kupercepat sodokkan batang kemaluanku dan akhirnya Nina pung mengejang kuat sambil menjambak rambutku.
Nina: Aagghhhh.. mas.. nikmat luar biasa
Aku: iya Nina sayang… doggy yuk?
Nina: fuck me

Kemudian Nina mengambil posisi nungging di karpet dan aku menusukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluanya, ku kocok dengan pelan sambil meremas-remas payudaranya dan ku ciumi punggungnya, Nina pun ikut meremas-remas payudaranya.. kupercepat kocokkanku dan Nina mengerang keras
Nina: fucckkk yeeesssssshhhh…terussss maaass… yang dalem.. yang kenceng
Dan saya sendiri pun semakin liar mengocok batang kemaluanku di lubang kemalaunya..
Nina: masssss… yang keras
Dan seperti kesetanan, kukocok kemaluan Nina dengan cepat dan sambil kupukul-pukul pantatnya, aq jambak rambutnya.. dan aq pun mulai mencapai titik klimaks.. dan kocokkanku pun semakin kupercepat lagi dan..
“Ooooogghhhhhh.. fuckk..” aq pun akhirnya menyemburkan spermaku di dalam kemaluan Nina dan Nina pun ikut mendapatkan orgasmenya…

“Masss aq jugaa keluaaarrrrr…” dan Nina mohon untuk tidak menarik keluar batang kemaluanku dari lubang kemaluanya.. ku peluk dia dari belakang dan kita berciuman… dan akhirnya Nina tergeletak lemas dan batang kemaluanku lepas, dan di jilati oleh Gina.
dan seperti kesetanan, aku sodok vagina Nina degan cepat dan sambil aku pukul pantatnya, aku jambak rambutnya..dan aku pun mulai mencpai titik puncak..dan genjotan pun aku percepat lagi
Nina: hmmm… mass, love you
Aq: love you to, ternyata kamu liar ya
Nina: mas juga, ternyata luar biasa.. more than him (Ilham)
Aq: kamu juga, more than her (tunanganku)
Kita pun berciuman sambil berpelukan dan Nina tetap memegang batang kemaluanku.. dan Nina berkata,
Nina: aku suka ini, aq nggak mau yang lain
Aq: really?
Nina: Yaa..i want this and i want you to fuck me again
Aq: i do.. and i do it for you
Ketika melihat jam, ternyata sudah hampir jam 6 kami pun beristirahat di ranjang sambil berpelukan dan 30 menit kemudian Nina siap-siap membersihkan tubuhnya dan memakai pakainya kembali, dan kemudian aq pun juga membersihkan tubuhku.

Ketika aq keluar dari kamar mandi hanya berlilitkan handuk, kulihat Nina sudah rapi tapi birahiku justru melambung.. ku peluk Nina dari belakang kuselipkan tanganku ke dalam bajunya sambil berciuman.. batang kemaluanku pun kembali tegak keras dan kuangkat rok nya… Waoww ternyata Nina tak memakai celana dalamnya.. akhirnya kusuruh Nina nungging di depan meja tv, dan kutusuk dari belakang.. kutusuk dengan keras dan cepat… Nina tetap menggunakan baju dan jilbabnya.. dan Nina kembali mengerang hebat…
Nina: maaassss…. terussss… keras lagi masss… fuck meee…
aku: iya Nina sayang… you like it
Nina: i love it..just fuck me hard
Beberapa menit kemudian akhirnya pertahanaku jebol lagi,
“aku keluarr sayangggg… ogggghhhh… fuckk”
Dan Nina pun sama…

“Aaaaggghhhhhh.. aku juga keluaarrr massss…. shitttt.. fuckk…
Setelah habis spermaku, kutarik batang kemaluanku dan Nina berjongkok sambil mengulum dang menghisap sampai bersih batang kemaluanku, sementara spermaku menetes dari lubang kemaluanya.
Dan aku sendiri pun memakai baju dan celana pendek, Nina memebersihkan kemaluanya.. dan ku antar dia sampai lift, karena Nina tidak mau aku antar pulang.. takut di curigai suaminya, teman kantorku. Dalam perjalanan menuju lift Nina menggandengku mesra dan setelah tiba di lift, Nina memberikan kecupan hangatnya untukku.

Selama di taxi Nina bbm aku
Nina: mass.. kamu sangat luar biasa, aq suka sekali.. aku sayang kamu
aku: aku juga sayang kamu Nin
Setelah kejadian itu, aku dan Nina semakin menjadi-jadi.. dan sampai saat ini Ilham tidak mencium hubungan hot kami, setiap ada kesempatan kami bercinta di apartemenku
Maaf Ilham.. aq menyayangi istrimu dan aku telah menjadikan Nina “istriku”

Bandar bola bosliga
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "CERITA SEX KU NGENTOT ISTRI TEMANKU YANG BERHIJAB"